Jumat, 02 Maret 2012

Masa Praaksara

Apa itu masa praaksara?

Saat ini kamu telah mengenal tulisan. Kamu dapat mengetahui apa yang terjadi
pada masa lalu melalui tulisan. Namun, tahukah kamu bahwa ada suatu masa yang
panjang di mana tulisan belum dikenal? Masa itulah yang dikenal sebagai masa
praaksara. (pra = sebelum; aksara = huruf). Masa praaksara dikenal juga sebagai masa
prasejarah. Manusia yang hidup pada masa ini dikenal sebagai manusia purba. Nah,
bagaimana kita mengetahuai kehidupan pada masa praaksara?
Kita telah belajar bahwa pembentukan kulit bumi terjadi berulang-ulang. Akibatnya,
terjadi lapisan-lapisan pada kulit bumi. Dalam lapisan-lapisan kulit bumi ini, terdapat
sisa-sisa kehidupan. Sebagian dari sisa-sisa kehidupan itu telah berubah menjadi keras
seperti batu karena proses kimia. Inilah yang dikenal sebagai fosil. Untuk mengetahui
kehidupan masa lampau, fosil-fosil inilah yang menjadi petunjuk. Ada bermacam-macam
jenis fosil. Ada fosil hewan, ada fosil tumbuhan, ada juga fosil berupa tulang kerangka
manusia.
 Pengelompokan Masa Praaksara
a. Berdasarkan Keadaan Geologi
Karena panjangnya sejarah bumi, untuk memudahkan mempelajarinya, sejarah
itu dibagi dalam masa-masa. Pembagian masa atau zaman itu didasarkan atas geologi.
Menurut susunannya, lapisan bumi ini makin ke bawah makin tua, makin ke atas makin
muda. Adapun pembagian masa praaksara adalah seperti berikut :
1) Arkaeozoikum
Inilah masa tertua dalam sejarah perkembangan bumi. Pada masa yang berlangsung
kira-kira 2.500 juta tahun yang lalu ini, keadaan bumi belum stabil, kulit bumi masih
dalam proses pembentukan, dan udara saat ini masih sangat panas sehingga belum
tampak tanda-tanda kehidupan.
2) Palaeozoikum
Masa ini berlangsung 340 juta tahun yang lalu. Palaeozoikum disebut juga Zaman
Primer. Pada masa ini, terjadi penurunan suhu bumi. Akibatnya, bumi lambat laun
menjadi dingin. Sudah ada tanda-tanda kehidupan yang makin jelas, yakni munculnya
makhluk bersel satu seperti bakteri dan sejenis amfibi dan reptil.
3) Mesozoikum
Masa ini berlangsung 140 juta tahun yang lalu. Mesozoikum disebut juga Zaman
Sekunder. Pada masa ini, kehidupan berkembang dengan sangat cepat. Jumlah ikan,
amfibi, dan reptil makin banyak. Reptil mencapai bentuk yang luar biasa besarnya,
seperti Dinosaurus dan Atlantosaurus. Fosil reptil raksasa ini banyak ditemukan hampir
di seluruh dunia. Fosil yang ditemukan antara lain Dinosaurus panjangnya 12 meter,
Atlantosaurus 30 meter. Pada masa ini, burung dan binatang menyusui sudah ada, namun
masih rendah tingkatannya.
4) Neozoikum
Masa ini dikenal juga sebagai masa Neozoikum yang diperkirakan berusia 60 juta
tahun yang lalu. Pada masa ini, keadaan bumi sudah mulai stabil. Kehidupan makin
berkembang dan beraneka ragam.
Masa ini dibagi menjadi dua seperti berikut.
(1) Zaman Tersier. Pada masa ini, reptil raksasa lambat laun lenyap, binatang-binatang
menyusui berkembang dengan baik, dan primat sudah ada. Monyet dan kera sudah
ditemukan pada masa ini.
(2) Zaman Kuarter. Masa ini berlangsung 600.000 tahun yang lalu. Tanda-tanda
kehidupan manusia telah ditemukan pada masa ini.



Berdasarkan Perkembangan Kebudayaan

1) Masa Berburu dan Meramu
Pada masa berburu dan meramu, keadaan alam masih belum stabil. Manusia hidup
secara berkelompok dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Mereka selalu berpindahpindah
(nomaden) mencari daerah baru yang dapat memberikan makanan yang cukup.
Makanannya diperoleh dengan cara berburu. Daerah perburuan mereka tidak terlalu
jauh dari sungai, danau, atau sumber-sumber air yang lain karena binatang buruan
selalu berkumpul di dekat sumber air. Hewan yang diburu antara lain kera, badak,
rusa, banteng, dan kerbau liar. Makanan yang mereka kumpulkan adalah umbiumbian,
daun-daunan, dan buah-buahan. Hewan dan tumbuhan yang dikumpulkan
diolah dengan cara sederhana. Mereka belum mengenal cara memasak makanan karena
mereka belum mengenal alat memasak seperti periuk belanga.
2) Masa Bercocok Tanam
Pada masa ini, manusia purba sudah menguasai pengetahuan dan teknologi
yang berkaitan dengan usaha pertanian. Mereka juga sudah memiliki kemampuan
mengadakan persediaan makanan. Kemampuan ini diikuti juga dengan kemahiran
membuat wadah untuk menyimpan persediaan makanan tersebut.

Jenis Manusia Praaksara di Indonesia

a. Meganthropus
Fosil jenis Meganthropus, yaitu Meganthropus Palaeojavanicus, ditemukan oleh
Von Koenigswald pada tahun 1936 dan 1941 di Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa
Tengah. Manusia purba tertua di Jawa ini diperkirakan hidup antara 2.500.000 sampai
1.250.000 tahun yang lalu. Diperkirakan perawakannya sudah tegap, rahang dan
gerahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga menyerupai kera. Mereka hidup dari
makanan yang terutama berasal dari tumbuh-tumbuhan.
b. Pithecanthropus
Fosil Pithecanthropus paling banyak ditemukan di Indonesia. Pithecanthropus tidak
setegap Meganthropus. Jenis-jenis Pithecanthropus di Indonesia antara lain
Pithecanthropus mojokertensis, Pithecanthropus soloensis, dan Pithecanthropus erectus.
Manusia purba yang diperkirakan hidup 2.500.000 sampai 1.250.000 tahun yang lalu
ini berbadan tegak sekitar 165-180 cm. Mereka masih menyerupai kera dengan tulang
tengkorak yang cukup tebal dan berbentuk lonjong. Pithecanthropus hidup berburu
dan mengumpulkan makanan. Mereka tinggal di padang terbuka dan hidup secara
berkelompok.
c. Homo
Manusia jenis homo lebih sempurna dari kedua jenis manusia purba di atas. Manusia dengan tinggi badan antara 130-210 cm ini hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu. Jenisnya antara lain Homo Soloensis (manusia purba dari Solo), Homo Wajakensis (manusia purba dari Wajak), dan Homo Sapiens (manusia cerdas). Manusia purba jenis ini telah mampu membuat alat-alat dari batu dan tulang untuk berburu. Mereka juga telah mampu memasak makanannya walau dengan cara sederhana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar